Menyikapi Tren Instastory Terhadap Pandangan Gereja

Ngobrol Pintar (NgoPi) Imasika St. Thomas Aquinas merupakan program kerja dari divisi Humas dan Informasi (HI). NgoPi merupakan suatu agenda yang memberikan ruang untuk berdiskusi bersama keluarga besar Imasika St. Thomas Aquinas dengan mengangkat tema tertentu. Tujuan diadakannya NgoPi ini ialah untuk menambah wawasan keluarga besar Imasika St. Thomas Aqinas dalam aspek tertentu.

Agenda NgoPi Imasika St. Thomas Aquinas yang Kedua untuk periode kepengurusan 2020/2021, diadakan pada Senin (01/03/2021) dengan pembawa materi Frater Rupinus Kehi . Topik pembahasan yang diangkat yaitu “Menyikapi Tren Instastory Terhadap Pandangan Gereja.” Pada NgoPi kali ini, Frater Kehi memberikan sebuah bacaan materi mengenai ajaran Gereja yang berkaitan dengan Tren Instastory . Bacaan yang diberikan adalah pandangan Gereja Terhadap tren Instastory pada jaman sekarang.  Dalam sesi tanya jawab dan sharing antara peserta dan pemateri terdapat beberapa hal yang manjadi pembicaraan. pada kali ini NgoPi dilaksanakan melalui via Zoom.


"Menyikapi Tren Instastory Terhadap Pandangan Gereja"


 

Perkembangan teknologi mengakibatkan pengaruh yang besar pada kehidupan manusia. Teknologi telah memunculkan perilaku-perilaku popular yang umum dan menjadi budaya baru manusia. selfi adalah salah satu fenomena dalam kemajuan teknologi internet, handphone, dan perangkat media sosial.  

Oxford English Dictionary telah secara resmi memasukkan kata selfie dalam kamus. Oxford English Dictionary menjelaskan selfie sebagai “ A photographic self-potrait; esp. one taken with a smarthphone or webcam and shared via social media”. Berdasarkan definisi tersebut maka dalam perilaku selfie ada dua hal utama yang dilakukan, yaitu perilaku mengambil foto diri sendiri dan perilaku mengunggah foto diri tersebut ke media sosial. Ada yang mengungkapkan bahwa selfie adalah salah satu bentuk perilaku latah kekinian. perilaku update status di media sosial dan perilaku mengkoleksi pakaian serta asesoris pakaian agar tidak salah kostum. Mereka disebut sebagai generasi digintal native. Generasi anak muda yang saat mulai belajar menulis sudah mulai mengenal internet.  Dan biasannya perilaku berusia di bawah 24 tahun.Mereka gemar melakukan selfie karena terpengaruh oleh teman sepermainan. Mereka tertarik melakukan selfie karena teman mereka juga melakukan selfie. Kegiatan seperti ini dapat digolongkan dalam narsisme.

          APA SIKAP GEREJA?

  Bagi Paus, “ada tiga musuh utama yang menghalangi pintu hati, yaitu narisisme, viktimisme dan pesimisme.  Orang yang narsis selalu melihat ke cermin, mengidolakan diri sendiri, menyukai apa yang menguntungkan diri sendiri. Orang yang merasa sebagai viktim selalu mengeluh dan berpikir negatif, merasa bahwa tidak ada orang yang dapat memahami dan mau mencoba apa kita lakukan.  Orang yang pesimis melihat semua gelap.

         BAGAIMANA MENYIKAPINYA?

(Matius 6:6) Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu ". GAGASAN utama dalam doa adalah — mata Anda tertuju pada Allah, bukan pada manusia. Motivasi Anda janganlah berupa hasrat untuk dikenal sebagai orang pendoa. Dapatkan ruang khusus untuk berdoa di mana tidak ada yang tahu Anda sedang berdoa, tutup pintu dan berbicara kepada Tuhan secara tersembunyi.

 Jangan memiliki motivasi lain apapun selain untuk mengenal Bapa surgawi.  “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele (ay.7) . Allah tidak mendengar kita karena kita berdoa sungguh-sungguh, tetapi semata-mata atas dasar Penebusan. Allah tidak pernah terkesan dengan kesungguhan kita.  Doa bukan semata-mata untuk mendapatkan sesuatu dari Allah – itu hanyalah jenis doa yang paling mendasar. Doa adalah memasuki persekutuan sempurna dengan Allah.

          APA HUBUNGANNYA DENGAN TREN INSTATORY DALAM GEREJA?

Tetapi apabila engkau berpuasa,minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6 : 16 – 18) 

Kesimpulan dari NgoPi adalah Instatory itu  tidak dilarang, kita perlu sadar apa tujuan kita untuk mempostingnya, tentu alangkah baiknya tujuan kita untuk menginspirasi orang kepada Tuhan bukan untuk kepuasaan atau kepentingan pribadi. seperti yang telah disampaikan paus sikas narsisme, viktim dan pesimis adalah musuh diri kita sendiri, maka dari itu perlu pengertian atau kesadaran diri akan Tuhan unuk menyikapi diri selalu dekat dengan Tuhan mampu membangun relasi denganya, yaitu dengan bertindak dan berdoa yang bagaimana? ya, berdoalah dengan baik. cukup berdoa dengan penuh pengharapan dan tidak bertele-tele. 

 

           God bless you 😇


Tidak ada komentar:

Posting Komentar